December 10, 2007

Curhat Jelang Tenggat..........

Waktu berlalu begitu cepat dan empat hari lagi aku akan ikut andil dalam membanjiri tata usaha jurusanku dengan tujuh rangkap skripsiku yang hingga sekarang tebalnya sudah mencapai 170 halaman. Memang masih revisi dikit-dikit sih, dan dag dig dugnya masih kenceng. Mulai minggu lalu aku sudah bernovena memohon kesuksesan buat skripsi ini. Sebenarnya aku bingung juga mau minta apa, mau minta nilai A kok ya ga tau diri(aku kan sering males-malesan dan setengah hati juga bikinnya), akhirnya aku minta biar bisa ngumpulin skripsi tanpa tragedi. Misalnya, printer ngadat, fotokopian lambat, dkk.

Soalnya pas kolokium dulu aku sport jantung abis gara-gara Mas Kopma yang lamban banget kerjanya, mana salah lagi, jilidnya kebalik. Alhasil pas sidang pengujinya nanya, “Kamu keturunan Arab ya?”. Aku jadi bingung, rasanya kok mukaku ndak ada Arab-Arabnya. Nama juga gak berbau-bau Arab. Ternyata si penguji nyindir, soalnya,”Baca proposalmu serasa baca Quran, dari kanan ke kiri...” Nah, tragedi ini jangan sampai deh terulang lagi, apalagi sampai mengurangi nilai, wih bisa aku gorok deh mas fotokopiannya.

Dag dig dug lain adalah karena jelang deadline ini rasanya banyak banget badai menghadang dalam hidupku. Ya memang sejak skripsi ini aku sering ketiban apes, sampai akhir pun ada aja yang bikin susah. Semoga deh ngumpulin skripsi ini bisa menolak bala, kayak ruwatan atau ci suak gitu. Dan seterusnya hidupku akan damai tentram dan bahagia, terutama bisa tidur normal lagi, pergi sama teman lagi, ngeblog teratur, yoga lagi, napsu makan kembali lagi, nggak dikit-dikit migrain dan mual lagi. Dalam masa-masa kritis skripsi ini memang stresku tingkat tinggi, ibaratnya listrik aku sudah SUTET (saluran udara tingkat EKSTRA tinggi). Pengaruh ke napsu makan (bukan maksud doa puasa atau diet, tapi liat makanan aja udah ga selera sampai harus nonton Pak Bondan di TV dulu biar agak ngiler) dan kesehatan (belakangan sering migrain, terus kalo buka file dalam folder SKRIPSI udah mual duluan). Ke mimpi juga, udah berapa kali aku mimpi buruk mulai dari sidang yang kacau, dimarahi pembimbing, sampai mimpi disuruh balik ke SMA dan ngulang di jurusan IPA dengan kimia yang bikin sinting itu. Memang ini sifat bawaan lahir, dari zaman baheula yang namanya Ria itu nggak bisa nyantai kalau urusan sekolah, misalnya pas Ebtanas, UAN, wow, tegangnya nggak ketulungan.

Suasana rumah juga belakangan rada ga mendukung, sistemnya no privilege walaupun lagi skripsi, tugas di rumah harus tetap beres semua. Sirik deh sama adikku yang kalau banyak tugas aja serumah ngalah, dan kalau pas ada aku, aku pasti bantuin dia (dan kabar buruknya adikku sedang mempertimbangkan untuk batal milih Farmasi/Teknik Kimia, mau nyeleweng ke Psikologi, which means aku masih punya peluang buat bantuin dia bikin tugas dan belajar, komunikasi kan ada mata kuliah psikologinya juga....kalau dia masuk Tekim/Farmasi kan aku nggak bisa bantu). Tapi Thanks God sampai hari ini sih aku nggak pernah jatuh sakit yang berat sampai harus total bed rest misalnya. Aku ngejaga banget, dosis vitamin dinaikkan dan tiap hari aku juga makan buah yang banyak. Pas agak ga enak dikit, aku cepat-cepat pakai minyak kayu putih. Kayak nenek-nenek juga biarin yang penting ga ambruk.

Yang menghibur adalah kata-kata pembimbingku, meskipun masih ditambah instruksi untuk revisi, tapi aku menangkap harapan di dalamnya. Pak N bilang kesimpulanku menarik. Dia juga sudah mulai memberi petuah jelang sidang. Katanya,”Ria nanti kamu jangan keder duluan pas liat pengujinya ya.” Aku menjawab dengan polos,”Wah Pak, ya liat-liat orangnya. Kalau si *sensor* atau *sensor* ya saya gak jamin bisa gak tegang.” Si bapak sih senyum-senyum aja, begitu juga pas aku tanya kira-kira nilaiku apa. Dia ga mau jawab dengan pasti, tapi pas aku tanya apa mungkin dapat C, katanya ga mungkin. Puji Tuhan deh, bisa desperado aku kalau kerja setahun dengan nangis darah dapatnya C (tau-tau dalam hati si bapak membatin,"Iya, ga dapat C, dapatnya D!" *pikiran buruk-hapus... hapus....*) . Satu lagi yang menghibur, meski agak nyindir kali ya, si bapak bilang,”Kalau si X itu anaknya rajin, kerjanya cepat, tapi pencariannya gak sejauh kamu.” Kenapa aku bilang nyindir, karena aku tuh kerjanya lambaaaannnnn banget kayak siput, maklum orang perfeksionis. Tapi kayaknya si bapak terharu melihat usahaku yang keliatan di skripsi. Seperti motto kecap,”Spirit memang ga bisa boong”. Hahaha...

Soal pembimbingku yang ini, aku punya cerita menarik. Aku ga nyangka bakal dibimbing Pak N. Diajar juga nggak pernah, pas kolokium juga bukan dia yang nguji. Pertama-tama aku minder bimbingan ke dia, soalnya Pak N itu pimpinan redaksi koran yang lumayan oke di Surabaya (yang pasti bukan koran kuning). Puinter, expert, dan ngomongnya bahasa dewa. Sering ga ngerti aku maksudnya apa. Akhirnya setelah belelekan baca aneka buku baru aku bisa nyambung ngomong ama dia. Tambah lama obrolan kita tambah ngaco sampai ke wayang-wayang segala, untung dari dulu aku suka cerita wayang jadi ngerti juga. Pak N ini modelnya sangar, sukanya pakai kaos Harley Davidson sampai kata Supry, temanku, “Pembimbingmu itu kurang ditato thok.” O iya, kenapa aku manggil dia Pak N, biar keren aja, kan kapan hari musim film Suster N. Tapi nama aslinya bukan Pak Ngesot lho ya! Pak N juga seru, aku disuruh baca buku Da Vinci Code, terus dia bilang,”Kan skripsimu ini kayak kerjaannya si Robert Langdon juga.” Hehehe... jadi berasa agak keren dikit, walaupun apalah artinya seorang mahasiswi yang gak lulus-lulus ini dibanding profesor simbologi agama alumni Harvard.

Sebagai hiburan pembimbing keduaku nun jauh di Jerman sono mengirimkan e-mail dengan attachment MP3 berjudul Konangan. Pas aku denger, beneran ketawa sampai mlungker. Ternyata itu lagunya Matta “Ketauan” versi Didi Kempot. Jadi ingat kebiasaan kita bimbingan from warung to warung sambil nyetel Jablai. Lumayan menghibur, meski pas baca attachment satunya lemes, soalnya aku kurang di triangulasi. Eniwei, overall she mentioned,”It’s a great work.” Hallelujah! (diucapkan dengan nada temanku Cak Hadrey). Kalau ingat jaman-jaman awal kolokium, dia suka ngomel karena bahasaku yang kayak bahasa koran. Dia bilang,”Aku tau kamu sering nulis di koran, tapi ini kan skripsi! Pakai bahasa ilmiah donk!”

Kalau sama pembimbing keduaku si Miss Y ini aku emang udah akrab sejak lama. Dia juga yang membuat aku tertarik sama semiotika, dan dia meyakinkan kalau aku ada bakat di semiotika. Dipikir-pikir memang aku suka ngamati simbol-simbol dari dulu, pas pelajaran seni rupa aku juga paling suka gambar ekspresi. Suka iklan juga, tertarik sama budaya, sejarah (almarhum engkong kan guru sejarah, masak gennya ga nurun sama sekali), politik dikit. Jadi skripsi ini emang gue banget, meski kerjanya bikin gila. Miss Y juga paling ngerti permasalahanku selama skripsi ini, tadinya aku ga mau cerita lengkap, sampai suatu hari di selasar C aku nangis-nangis cerita semuanya. Ternyata Miss Y pernah ngalamin divonis dokter sama seperti aku, bahkan dia beneran jalanin operasi yang horrible itu, jadi dia ngerti banget. “Dunia serasa runtuh kan Ria?” Wah, tepat banget tuh istilahnya. Miss Y juga yang jadi motivator selama aku skripsi, dia bilang ga segitu bodohnya kok lulus telat, dia sendiri gitu. Dan lihatlah Miss Y beberapa tahun kemudian, master di bidang komunikasi, dosen yang disegani, dan sempat jadi kajur paling muda se-UK Petra. Karena dukungan yang besar dari Miss Y dan Pak N itulah aku jadi semangat lagi ngerjain skripsi dan aku janji sama mereka untuk give all the best. Kalaupun ga dapet A aku tetap puas, soalnya aku kerja dengan sungguh-sungguh dan mati-matian.

Oh iya, kemarin sempat telepon dan ngobrol sama Mama. Pas skripsi ini bawaanku jadi manja, biasanya juga seminggu belom tentu sekali aku telepon sampai dibilang anak durhaka. Pengennya sih Mama diimpor aja ke Surabaya buat bantuin aku kayak pas bikin laporan magang dulu. Tapi kan kasihan Papa sama adikku, lagian sepuluh tahun tinggal jauh dari ortu nggak pernah deh aku sampai minta Mama datang. Mama juga bilang dia udah doain aku, kan katanya doa orang benar besar kuasanya, aku percaya Mamaku orang benar dan doanya pasti manjur dibandingkan kalau aku doa sendiri (kan orang sesat hehehe). Selain sama Mama aku juga titip doa kemana-mana, kayaknya orang sekampung deh yang doain. O iya, Mama juga mau bantuin cari kerja loh, senangnya...

Yang unik, jelang deadline ini ada aja kabar penting dari teman-temanku. Ada yang spesial minta ketemuan di mall buat cerita kabar sedihnya (so sad to hear that, really...). Yang satu lagi tiba-tiba telpon, ngundang aku dateng ke acara pertunangannya, besoknya. Shock abis jadinya, kok tau-tau udah tunangan. Ada juga teman baik dari SMP ngajak jalan, sayang aku nggak bisa sampai ni skripsi dikumpulin.

Skripsi biasanya juga bikin orang mencari Tuhan. Contoh temanku si Supry, yang bernazar bakal ke gereja lagi kalau lulus skripsinya. Kalau aku sampai sekarang belum berani nazar yang menyangkut kerohanian gitu. Cuma nazar ke beberapa teman untuk traktir mereka. Semakin tinggi nilainya, semakin tinggi level traktirnya. Kalau dapat C, ya makan nasi ama kuah aja di warung X, merasakan getirnya hidup bersama. Balik lagi soal kerohanian, entah kenapa sejak skripsi ini khotbah di gereja terasa menyindir-nyindir. Romo-romo itu sejak kapan sih suka ngomong soal simbol, lambang, ga sekalian representasi? Terus di doa umat minggu ini, ada kata-kata,”semoga penghisapan bangsa yang satu terhadap yang lain berakhir...” Gila, aku langsung teringat subbab kemandirian dan kata Pak N,”munculin ideologinya ya, ini kan neoliberalisme.”

Skripsi juga bikin aku sebel sama perpus UK Petra. Emang sih, buku nasionalisme itu biasanya tua-tua, Ben Anderson tahun 70-an, Renan malah 1832, jadi jaman sekarang udah klasik banget tuh buku-buku. Aku juga sadar perpus mungkin baru menyediakan buku-buku sospol sejak FE dibuka. Tapi tetap saja koleksinya harus diperlengkap. Untung aku dibantu sama koleksi THO alias buku titipan Prof Thomas di perpus (Prof Thomas ini juga baik banget sama aku, minjemin buku, kalau ketemu juga ditanyain kabar skripsinya). Dan suatu hari setelah aku fotokopi Imagined Communities terjemahan Indonesia dari Pak Thomas, dan udah kelar men-scanning isinya, eh, di perpus versi Inggris edisi terbarunya barusan nongol. Sebel kan? (Mm... sebenarnya lebih sebel pas nemu terjemahan Indonesia cetakan terbarunya di Uranus...). Nulis skripsi ini juga ribet, kenapa masih dibuat sulit. Sudah kadung beli buku tata tulis TA, ngikutin petunjuknya, eh, pas pelatihan tata tulis yang telat banget itu dikasih tau kalau Fikom ikut petunjuk yang kedua, sistem APA kalo ga salah. Bete ga sih, mbok ya dari awal ditulis gede-gede di bukunya, jurusan apa aja yang harus pake sistem ini dan jurusan apa yang pake sistem itu.

Ya sudahlah segini aja curhat tentang skripsinya. Mohon bantuan doanya ya teman-teman..... Oh God, I’m in rush........

                            

March 07, 2007

Ms.Yola : My Great Lecturer

She entered the class confidently in fashionable clothes and sleek hair. For me, a first-semester-student, she looked like a stewardess rather than lecturer. She was so stylish, so cool, beautiful and slim. I thought that her class would be serious but fun.

She spoke in very good English. Of course she did, she was graduated from English Department. I even thought that she couldn’t speak Indonesian. She could, she is an Indonesian. But because she spoke English more than Indonesian, at the beginning her Indonesian sounded weird for us. So, we greeted or asked her in English outside the class.

At that time, I never imagined that someday, this lecturer of my English 1 class would be more than a lecturer for me. Not even when she gave us a hand-made card to motivate us in our final exam. Not even when my dean said that she would be our full-time lecturer. Not even when we met again in my Semiotics class.

But then, we got closer by chance. First, when she became our facilitating lecturer in PR Week 2005. We celebrated her birthday eating sate at the Satay House Jakarta. We slept in the same room, ate the same food, felt the same way when all of the teams failed in the first round. We eavesdropped her phoning her German fiancé. There was a moment when she got mad at everybody because we didn’t keep our promise to her. I thanked God that she is a very fair person; she doesn’t have a grudge against us. After that night, we’ve made everything clear and we never talk about that until now.

Our first dean, Professor Thomas, picked her to be the person in charge for the student activities. She was very good doing this task. She didn’t complain joining our student camp. It made me saw her as a tough woman, hiked together with us, helped us in the hiking games. My first impression about her changed. I didn’t she her as a feminine woman again, she is boyish! There was a problem in that camp; me and her were responsible for that, both of us felt guilty, then we prayed together and magically, the problem was solved. It brought us closer.

I took her classes again, in Cross-Cultural Communication. I can see that she always tries to increase her teaching quality day by day. Her classes become more and more interesting, though we must have more and more assignments as the consequence. She never teaches exactly the same material, because there must be something new every semester. It happens also with her assignments.

I still remembered how she asked us to analyze a printed advertisement and a movie in Semiotics. She made me watched Mulan for about 4 times because I had to write all the dialogues in order to analyze it. In Cross Cultural Communication, I watched Wedding Banquet which made me and my friends laughed out loud, almost forgot that we had to analyze that movie. But then came new assignment that made us watched Crash which was a quite complicated movie. And in my final exam I got a new experience interacting with people at Cindilan Market. It became a tragedy because my computer was error one day before the deadline of final paper submission. Luckily she understood my case and let me submit it later.

          Not only good in teaching, she is a good leader. Just one year after become our full-time lecturer, she was inaugurated as head of the Communication Study Department. Unfortunately she was sick just few days before the inauguration ceremony. We went together to the hospital; brought our special ‘gift’ because it was her birthday (the hospital was so silence until we came). Until this day I still thought if only she was healthy, she would be the most fashionable woman in her inauguration.

In case she is very care about the student organization and its activities, we often talk about the topics until these days. I thought that after I become nobody (not a member of student organization), we won’t talk about it again. I was wrong. You still can find me and some of my friends in her office, talking about the student organization, the student committees, or the programs. Sometimes the chats can be so personal.

          Anyway, if I don’t consider her just as my lecturer anymore, then who is she for me now? For me, she is my best friend. I shared many things with her, even when I was down because of my undergraduate thesis. She is my motivator, because she can motivate me to keep focus on it and not care about other’s opinions. That was mean so much for me. She is my hero, she helped me a lot in my study and I will never forget it. She is my teacher, because she teaches me not only semiotics or cross cultural communication theories, but also life lessons.

          I feel so sad since she will leave our department next month. I hope that she’ll stay, helping me in this undergraduate thesis, being with me in my graduation day. But it’s her decision because she will get married and maybe live in

Germany

. I hope that she won’t forget us; we love her so much. It will be so much tears falling in the C building in her farewell. That’s why I write this blog, to keep our memory together and tell her how lucky I am to have her in my life. Love you Ms. Yola…. we’re gonna miss you so…. (and now I can hardly keep my tears, they are falling down from my eyes….)

NB : I remember in my first blog on blogspirit, I wrote her as one on my fave lecturer.... eventhought that time we haven't been so close...

February 14, 2007

Love You, Friend!

Pesan ini kubuat untuk semua temanku di mana pun kalian berada : teman SMA, teman kampus, teman lama, teman baru, teman dekat, yang jelas bukan teman tapi mesra karena nggak ada, hehehe....

Pesan ini berdasarkan realita hubunganku sama teman-teman, jadi kalau ada yang merasa tersindir, sori ya! Tapi intinya aku pengen ngomong kalau kalian adalah orang-orang yang sangat berarti buat aku dan aku sangat bersyukur Tuhan menghadirkan kalian dalam hidupku.

Dear my friends....

Biarpun selama bertahun-tahun kamu selalu lupa hari ulang tahunku, aku tetap sayang kamu

Biarpun kita banyakan bertengkar daripada rukun, aku tetap sayang kamu

Biarpun kamu suka maksa dan sering bikin aku nangis, aku tetap sayang kamu

Biarpun kamu sering nggak dengerin omonganku, aku tetap sayang kamu

Biarpun kita sering ledek-ledekan, sindir-sindiran, aku tetap sayang kamu

Biarpun kita pernah saling membohongi, aku tetap sayang kamu

Biarpun kita udah jarang ketemu, aku tetap sayang kamu

Biarpun aku sering BT karena kamu, aku tetap sayang kamu

Biarpun dulu aku sebel banget sama kamu, aku sekarang sayang kamu

Biarpun kita pernah saling menyakiti, aku tetap sayang kamu

Biarpun kita sering beda pendapat, aku tetap sayang kamu

Biarpun aku sering marah sama kamu, aku tetap sayang kamu

Biarpun kita sering saling mempermalukan satu sama lain, aku tetap sayang kamu

Biarpun aku pernah ragu sama kamu, aku tetap sayang kamu

Biarpun perbedaan karakter kita lumayan ekstrim, aku tetap sayang kamu

Biarpun orang mencoba ngadu domba kita, aku tetap sayang kamu

Biarpun aku sering telat balas SMSmu, aku tetap sayang kamu

Biarpun.... biarpun lain-lain deh! Pokoknya aku tetap sayang kamu!!!

Guys, I don’t like celebrating Valentine’s day, but I want to take the moment to show my love to you all! Thanks for making my world so colorful, hope our friendship last forever..... God bless you always....

February 04, 2007

My New Blog...

Guys, check out my newest blog :

http://riawibisono.wordpress.com

Thank you =)

January 04, 2007

Welcome 2007!!!

Doh, sebel banget baru bisa nge-blog sekarang.... Gara2 gempa Taiwan yang sempat bikin koneksi internet terganggu... grrr.... untunglah sekarang sudah bisa lagi... hooray!!!

Ya... pertama2 aku pengen ngucapin selamat Natal dan Tahun Baru buat semua yang baca... mohon maklum kalau pas Natal dan Tahun Baru kemarin saya tidak mengirimkan SMS ucapan selamat... karena HPku cukup overload dengan SMS teman2, udah gitu agak susah kalau ngirim SMS ke operator tertentu, not sent gitu... pada overload kali ya...

Terus... di akhir 2006 kemaren sebenarnya sempat refleksi dikit sih... mengenang2 lagi kejayaan dan kejatuhan di tahun 2006. Jayanya... pas kepilih jadi koordinator divisi Pubdekdok P3K Maba 2006 yang seruuuu abis, pas menang lomba sampe 4x dalem sebulan (bulan Mei emang ajaib), pas magang di AVB (dan jadi panitia APMF), pas IP naik lumayan banyak (sampe terharuuuuu), trus... sempet mampir ke negeri tetangga juga... dapet banyak pengalaman dan kenalan baru... wii... kalo diinget2, seneng banget....

Tapi... ya ada jatuhnya juga... yaitu pas akhirnya aku mutusin keluar dari sebuah lembaga yang sebenarnya sangat aku cintai... pas aku sadar bahwa pertemananku dengan seseorang ternyata sia2 banget.... pas aku mulai susah percaya sama orang lagi (tapi udah pulih sejak ikut P3K), pas aku ketemu ama banyak orang yang gak sepaham dan terjadilah gesekan... yaaa.... banyak juga loh ternyata...

Emang kejayaan ama kejatuhan itu datangnya balance, percaya deh. Pinter2nya kita aja supaya waktu jatuh bisa cepet2 bangkit, dan waktu jaya nggak besar kepala duluan. Dan semuanya itu pasti membawa pelajaran2 berharga buat hidup kita ke depan. Yaa... soalnya aku adalah orang yang berprinsip, living is learning. Hidup itu belajar. Tiap hari, tiap kejadian, tiap orang yang kita temui, pasti mengajarkan sesuatu buat kita. Tinggal kitanya yang bisa nangkep atau enggak.

Then... di awal tahun 2007 ini... aku pengenn... buat new resolutions...

1. Mengerjakan skripsi dengan serajin-rajinnya... supaya bisa lulus dengan nilai A... dan TEPAT WAKTU, Amin...

2. Lebih rajin olahraga!! Karena doyan banget makan, kayaknya susah kalo diet, jadi mending kalo pengen kurus olahraga kan... oh iya, pengen kurus ini dalam rangka jelang wisuda, hahahaha.... lagian kalo ndut biasanya tambah malessss dan bisa mengakibatkan produktivitas berkarya menurun, susah kan?

3. Lebih rajin menulis. Baik dalam blog, maupun untuk konsumsi publik.

4. Lebih banyak baca buku dan bacaan yang bermutu. Lebih banyak nonton film yang bermutu juga, buat mengasah kreativitas.

5. Jadi orang yang nggak terlalu parah cueknya... dan jadi orang yang lebih sabarrr.... (kayaknya ini yang paling susah deh, nyerang karakter sih =p)

6. Rajin cari2 info buat masa depan, seperti : ngelanjutin sekolah, beasiswa S2, sampai prospek kerja.

7. Rajin cari duit dan menabung....

8. Lebih rajin SaTe... walaupun udah keliatan jelas bolongnya di awal tahun.. abis belum beli buku renungan harian huhuhu...

Ya udah segini dulu deh resolusinya... tar kebanyakan malah nggak keturutan lagi.... Doain ya teman2, semoga semuanya bisa terwujud...

December 21, 2006

Speechless....

Pernah gak sih kamu ngerasa hepi, terharu, dan sekaligus sedih dalam waktu bersamaan? Kalo udah gitu, apa yang kamu lakukan buat mengekspresikannya?

Ternyata aku bisa juga ngalamin hal itu... dan so speechless.. bingung harus ngomong apa... campur aduk deh...

Hepi karena sahabatku baru aja nelpon dan memberitakan sukses sidang skripsinya....

Terharu karena sahabatku bentar lagi lulus kuliah... akhirnya... dan juga karena terkenang2 masa2 indah kita bersama selama kuliah...

Sedih karena bentar lagi kita pasti lebih jarang ketemu... beberapa semester terakhir aja kita udah juarang banget ketemu, nggak kayak dulu, hampir tiap hari sampe muntah2 (hiperbola yo). Belum termasuk telpon malem2 ngomongin soal HIMAKOMTRA....

Anyway, ndak baik lah kalo sedih ketika sahabat kita sukses, ya nggak? Kita harus berani ngelepas dia buat kesuksesannya kan? Aku percaya, jarang ketemu, jarang komunikasi itu bukan berarti pertemanan kita berakhir gitu aja kok. Kan ada imel, SMS, g-chat, dll.... (walaupun dia paling males bales imel, SMS, apalagi chat, kayaknya kok agak ndak mungkin....)

Ya, intinya aku cuma mau bilang congratz buat sahabatku ini.... semoga dia sukses dengan kehidupan barunya after graduation.... (pasti lah, temenku ini hebat kok)

Tapi, yo tetep sedih pek... bakal jarang ketemu lagi.... pengen nangis huhuhu..... I've lost so many friends in my life and I don't wanna lose anyone again....

December 09, 2006

Books... Books... Books....

Surabaya lagi ramah sama pecinta buku. Di Arif Rahman Hakim ada bursa buku murah. Di Kompas Gramedia Jemursari juga. Di Plaza Surabaya, ada Gramedia baru buka, diskon 30%. Senang sekali....

Tadi aku ke Gramedia Plaza Surabaya. Sebenarnya aku cukup anti Gramedia. Soalnya biar lengkap, harganya jauh lebih mahal dibandingin Uranus sama Togamas. Tapi ternyata, kali ini Gramedia lagi bermurah hati. Rame banget jadinya. Orang-orang sibuk memborong buku dan alat tulis. Malah waktu antre bayar di kasir, orang di depanku borong buku sampai 1,6 juta. Kayaknya dia mau buka perpustakaan deh. Banyak banget bukunya, jadi ngiri. Lebih banyak dari orang yang pernah aku lihat belanja 500 ribu di Togamas. Sedangkan aku, belanja buku paling banter sampai 200 ribu. Itu pun sudah siap-siap bokek. Tadi aja aku terpaksa menyisihkan biografi PK Ojong yang mau aku beli. Ya, at least aku udah pernah baca cukilannya di Intisari.

Aku selalu mikir kalau beli buku itu nggak akan pernah rugi. Biarpun ternyata aku nggak suka, kan bisa disimpan, siapa tahu nanti bisa dibaca anak-cucu. Atau kali aja suatu hari aku butuh info dari buku itu. Atau kalau memang parah banget, kan bisa diloak. Nah kalau bukunya bagus, best-seller, aku usahain harus punya. Bisa buat investasi anak-cucu. Biar nanti anak-cucuku pinter-pinter hahahaa... makanya aku ini termasuk shopaholic untuk urusan bacaan. Dalam sebulan, belum tentu aku beli baju baru, tapi pasti ada minimal dua majalah baru yang aku beli. Mirip banget sama Rebecca Bloomwood di Shopaholic yang nggak bisa nahan nafsu belanja.

Cita-citaku, kalau udah kayaaaa nanti, aku mau buka toko buku. Biar bisa baca buku sesuka hati. Terus tokoku nanti bakal senyaman QB. Selengkap Kinokuniya. Secantik Periplus. Karyawannya seramah Gramedia. Dan harganya semurah Uranus/Togamas. Dan ada cafenya. Ada contoh buku yang nggak diplastik dan boleh dibaca. Waaa... bangkrut dong, hehehe...

Daftar buku yang benar-benar aku suka :

1. Bumi Manusia – Pramoedya Ananta Toer

2. Confessions of A Shopaholic – Sophie Kinsella

3. Undomestic Goddess – Sophie Kinsella

4. The Devil Wears Prada – Lauren W.

5. Parasit Lajang – Ayu Utami

6. Panggil Aku Peng Hwa – Veven Sp Wardhana

7. Doa Sang Katak – Anthony de Mello

8. Chicken Soup for The Single’s Soul

9. Rome Sweet Home

10. Gallery of Kisses – kumpulan cerita pendek  

11. Bukunya Enid Blyton dan Roald Dahl

Daftar buku yang sudah aku baca cukilannya – dan aku tertarik :

1. Hidup Sederhana, Berpikir Mulia (kalo nggak salah) – biografi PK Ojong

2. Buku tentang tradisi Carok terkait dengan harga diri orang Madura

3. Buku tentang cewek yang operasi plastik berkali-kali

4. dan banyak lagi... thanks to majalah Intisari yang setia mencukilkan buku-buku bermutu....

Daftar buku yang pengen aku baca :

1. Bumi Manusia, Anak Semua Bangsa, Jejak Langkah, Rumah Kaca dari Tetralogi Pulau Buru Pramoedya (bisa pinjam di perpustakaan, terus nabung buat beli cetakan terbarunya)

2. Buku-buku Pramoedya yang lain deh! Terutama Hoakiau di Indonesia

3. Indonesia dalem Api dan Bara – Tjamboek Berdoeri

4. The Toyota Way

5. Lanjutannya Shopaholic (Ties The Knot, Goes to Manhattan, and Sister)

6. Saman dan Larung  Ayu Utami

7. Blue Ocean Strategy (menggoda banget tuh tadi di Gramedia)

8. Chicken Soup for The Single’s Soul part 2 – kalau udah terbit

9. Buku-bukunya Soe Hok Gie (ini bisa pinjem temenku hahaha...)

10. Hell Yeah!! Biografi Wimar Witoelar – ini nunggu oleh-oleh dari Jakarta hahahaa..

11. Diary of Anne Frank – pasti nangis bombay deh baca ini...

12. Mau belajar baca bukunya GM juga...

Pramoedyaholic

Belakangan ini aku jadi Pramoedyaholic. Bermula dari iseng-iseng pinjam Bumi Manusia di perpustakaan, dua hari kemudian aku sudah balik kucing buat pinjam lanjutannya, Anak Semua Bangsa. Padahal, niatan awalku baca Bumi Manusia sih cuma buat keren-kerenan aja. Sebagai orang yang ngaku gila baca, masak sih sampai umur 21 belum pernah baca karya Pramoedya Ananta Toer sama sekali?

Dulu, aku takut baca bukunya Pramoedya karena takut nggak cukup cerdas untuk mengerti. Apalagi pemberitaan media selalu mengedepankan Pram sebagai sastrawan terbesar Indonesia yang layak mendapat hadiah Nobel. Ternyata, puji Tuhan, aku bisa cukup menyerap tulisannya. Dan itu yang buat aku super kagum sama Pram. Kenapa?

Yang pertama, aku selalu kagum sama penulis yang bisa membuat pembacanya merasakan apa yang dirasakan oleh tokoh-tokohnya. Berada di tempat yang mereka gambarkan dengan kata-kata saja. Bahkan, yang paling ekstrim, membuat pembaca seolah hidup di jaman yang ditentukan di tulisannya. Pram memenuhi ketiga kriteria itu. Hebatnya, kalau dipikir secara logika, dia sendiri tidak hidup di zaman Bumi Manusia. Cerita itu ber-setting akhir tahun 1800-an. Kalau Pram sudah hidup saat itu (dalam usia minimal 18 tahun, bukan baru lahir, karena kalau dia masih bocah, belum cukup dewasa untuk memahami gejolak sosial politik masanya – apalagi menuliskannya), mestinya dia sudah bisa masuk MURI sebagai manusia tertua di Indonesia (dia kan baru-baru aja meninggalnya, lahir juga 1925). Lagian, novel itu ditulis tahun 1970-an.

Menurutku, Pram bisa menuliskan kehidupan masa itu dengan lancar karena dia banyak membaca. Mungkin, dia terinspirasi oleh Max Havelaar (bukunya Multatuli alias Douwess Dekker, yang juga lagi aku pinjam dari perpustakaan). Karena Pram sempat menyebut karya itu dalam bukunya. Juga, buku Nyai Dasima. Buku itu menjadi favorit salah satu tokoh dalam Bumi Manusia, Nyai Ontosoroh. Yang jelas, dia juga pasti banyak membaca buku sejarah. Ini alasan keduaku untuk kagum sama Pram, dia benar-benar mengadakan riset secara serius untuk memperkaya bukunya.

Yang ketiga, berapa banyak sih penulis yang bukunya bisa bertahan dibaca sampai bertahun-tahun, bahkan berpuluh-puluh tahun? Pram mampu melakukannya. Buku-bukunya masih terpajang di toko-toko buku dengan tampilan lebih modern. Aku rasa, buku Pram bisa begitu sakti karena nilai historis di dalamnya. Memang buku-bukunya fiksi, tapi setting waktu dan tempatnya benar-benar nyata. Mungkin hanya tokoh dan kisah hidupnya yang merupakan imajinasi Pram. Namun, kadang aku merasa, tokoh-tokoh dalam Bumi Manusia dengan segala kompleksitas hidupnya, dapat merepresentasikan tokoh-tokoh nyata dalam kehidupan tahun tersebut. Pribumi yang memuja ilmu pengetahuan Eropa tanpa menyadari keterpurukan bangsanya. Pribumi yang dikucilkan baik oleh sebangsanya maupun oleh kolonial, karena statusnya sebagai nyai (pasangan hidup pria Belanda yang tidak dinikahi secara sah). Orang-orang Belanda yang angkuh, ada pula yang liberal. Aku yakin tipe-tipe kepribadian seperti itu, pernah hidup di zamannya.

Pram juga punya kebiasaan menulis sebagai salah satu tokoh di bukunya. Dia menulis sebagai Minke, tokoh utamanya, untuk menceritakan peristiwa menurut sudut pandang Minke. Lain waktu, dia berganti menjadi Panji Darman, yang menulis surat untuk Minke. Hebatnya, bila sebagai Minke Pram menulis dengan bahasa indah dan terpelajar (Minke digambarkan sebagai pemuda cerdas dan suka menulis), sebagai Panji Darman Pram menulis dengan ceroboh, dengan alur yang melompat-lompat, karena memang Panji bukan tokoh yang pandai menulis. Demikian pula bila ia menulis sebagai Sarah/Miriam de La Croix, bertutur sebagai Maiko, Annelies, Nyai Ontosoroh, dan lain sebagainya. Pram benar-benar larut dalam karakter pribadi setiap tokohnya. Bahkan dengan latar belakang Panji yang penganut Kristen, Pram membubuhkan kalimat yang menggambarkan iman Kristiani dalam surat yang ditulis Panji. Lain waktu, ketika dia bertutur sebagai Darsam yang muslim, dia menggunakan istilah Islami. Itulah yang membuat pembaca bisa-bisa menyangka, karyanya bukan fiksi. Pram bisa membuat tokoh-tokohnya benar-benar ‘hidup’!

Sayang banget sastrawan sebesar Pramoedya Ananta Toer telah berpulang. Sulit menemukan karya seperti karyanya di zaman sekarang. Hebohnya, karya-karya Pram yang dulu harganya cuma 6000-an, sempat dilarang beredar pula, saat ini dicetak ulang dengan tampilan yang menawan, dengan harga yang tinggi untuk ukuran buku lokal. Bahkan di Gramedia, karyanya diletakkan di bagian Buku Laris. Itulah mengapa, walaupun pengen banget punya Tetralogi Pulau Buru (empat buku yang ditulis Pram semasa ditahan di Pulau Buru), aku harus menahan diri dulu. Untuk saat ini, aku harus puas sama 2 buku Pram yang harganya terjangkau. So, kalau pengen beliin aku hadiah Natal kek, atau ultah kek (biar telat juga nggak pa-pa), Tetralogi Pulau Buru adalah pilihan yang tepat, hehehe....

December 05, 2006

Super Duper Nganggur...

Setelah menyelesaikan magangku selama 3 bulan....

Setelah menyelesaikan laporan magang setebal 100 halaman lebih....

Setelah sidang magang yang ternyata nggak seserem bayanganku...

Akhirnya aku nganggur. Paling tidak, aku punya waktu cukup lama sebelum liburan Natal (di mana as usual, aku bakal pulang kampung) dan memulai skripsiku.

Well, emang aku masih harus nyetak foto dan nunggu hardcover laporanku selesai... tapi just it. Nggak ada rapat2, nggak ada proposal atau LPJ yang nunggu diperiksa, nggak ada acara2 yang harus dihadiri, nggak ada tugas2 yang bikin gila.

Sebenernya enak juga loh nganggur gini. Aku jadi punya banyak waktu untuk diriku sendiri. Aku bisa nonton TV sepuasku, bisa baca buku sebanyak yang aku mau, bisa maen game sesuka hati, bisa ngapa2in aja pokoknya. Tapi kadang aku merasa, ini nggak aku banget. Nggak menghasilkan apa2 dan nggak berguna.

Sempat kepikiran, apa ndaftar panitia acara kampus aja yah? Tapi ndak enak rasanya, karena kalau aku keterima, itu berarti aku telah membunuh kesempatan satu mahasiswa lain yang mungkin lebih butuh ikut panitia itu, buat pengalaman dia. Jadi aku memutuskan hanya akan terlibat dalam kepanitiaan yang bener-bener sangat amat membutuhkan aku, atau kepanitiaan yang nggak pernah aku ikuti sebelumnya.

By the way, karena nganggur aku jadi banyak baca. Kemaren aku ke perpus, pinjem 3 buku. Yang pertama, Jurnal Perempuan tentang Perempuan dan Fundamentalisme (aku peminjam pertama untuk buku itu loh). Kedua, Chicken Soup for the Soul, edisi ke-5 (yang bikin aku kepengen nangis aja bacanya). Ketiga, menarik neh, bukunya Pramoedya berjudul Bumi Manusia. Edisi pertama dari tetralogi Pulau Buru. Menarik karena Pram bisa bener-bener membawa pembacanya ke suasana jaman itu. Menarik karena biar bahasa dan istilah jadulnya banyak yang tidak aku mengerti, aku tetap bisa ngelanjutin baca.

Oh iya, aku juga sudah menamatkan Confession of a Shopaholic dan pengen banget baca seri berikutnya. Pengen baca lanjutannya Bumi Manusia juga. Pengen baca Saman dan Larung. Pengen baca Chicken Soup lagi. Duh, pengen ke perpus lagi...

November 09, 2006

Semangat 45!!

Belakangan ini aku bener2 jadi kelelawar. Rekor terakhir tidur jam 2.30 subuh abis ngeprint laporan akhir. Besoknya di kantor langsung ke studio buat offline editing. Padahal mataku udah nggak karuan bentuknya karena kurang tidur. Tapi aku semangat banget ngeditnya. Karena proyek ini menarik banget. Semacam film gitu, durasi sekitar 30 menit. Ternyata ngedit film itu menyenangkan ya... bisa ngatur2 hidup orang yang ada di filmnya. Ngatur emosinya, pasang surutnya. Dan nyari lagu yang cucok buat adegannya. Aku seneng banget sama hasil editanku (maklum orang narsis, tapi kata editor yang senior editanku lumayan kok =p). Soalnya lagu-lagu yang aku pake lucu2... seru... tapi ya aku harus sadar diri lah, tujuan film ini tuh menyentuh hati penonton, jadi aku nggak bisa menggarapnya dengan suasana ceria. Harus balance lah... kalo scene-nya sedih ya lagunya yang menyayat. Maka dari itu aku nggak jadi pake lagunya Ada Band yang Pura-Pura Cinta, padahal aku suka banget lagunya, lucu gitu kalo dipake. Aduh aku benernya pengen banget cerita isi filmnya... tapi ini kan proyek rahasia jadi nggak bisa... Tapi senang loh, udah naik pangkat, dulu editor majalah, sekarang lumayan bisa ngedit video, walaupun cuma sampai offline aja (kalo sampe finishing kapan selesainya, aku kan baru belajar, udah dikejar deadline niehhh) O iya karena sibuk nyari lagu buat film ini, para editor memanfaatkan kesempatan buat minta aku sekalian nyariin lagu buat video pre wedding orang2. Dan keluarlah lagu macam 'Dillema', 'Accidentally in Love' dan lagu2 ceria lainnya. Bosen soalnya, mentang2 pre wedding suka pada mellow... (tapi tenang saja wahai para klien Art Wedding Video, pilihan laguku langsung ditolak mentah2 di jajaram editor hahaha) Aku pengen banget nih suatu saat garap video pre wedding yang konsepnya nyleneh. Misalnya punk rock, funky, atau hilarious. Menurutku bakal lebih menghibur, toh diputernya kan pas resepsi bukan pemberkatan/akad nikah. Tapi siapa yang mau juga ya, soalnya rata2 orang wedding kan ngundang temen papa mamanya, bukan temen2nya. Tar pada jantungan lagi kalo dikasih lagu Metallica, Gun n Roses, Jamrud, Harapan Jaya, Es Nanas, dan band2 pilihanku lainnya. Kalo aku sendiri sih males bikin video pre weddingku sendiri hehehe.... Aku kan orang behind the screen tulen, nggak berminat to be on the screen... So, kalo ada yang kepengen video pre wedding tema nyeleneh kayak ideku, hubungi saja diriku. Dengan senang hati aku akan membantu hahahaa....

November 05, 2006

Listani

Aku baru sadar betapa tidak terkategorisasinya blogku ini. Jadi aku memutuskan buat bikin blog yang well-categorized. Dan hari ini, pertama kalinya aku nulis sebuah blog di kategori Friendz...  Aku pengen nulis tentang teman2 terdekatku yang spesial buat aku. Soalnya kalo nulisnya di testimonial kurang puasss.... Udah ada beberapa nama yang terpikirkan sih... tapi berhubung cewek satu ini besok mau ultah jadi dia dapet giliran pertama...

Besok, tepatnya tanggal 6 November 2006, temenku Listani ini bakal ngerayain ultahnya yang ke-21. Malem ini sebenarnya dia ngundang temen2 deket ke kostnya buat makan2 (masak sendiri loh). Sayangnya aku ndak bisa dateng karena masih di Bali.

Lista... I knew this girl from a leadership training camp held by my campus. Kalo dipikir2 baru 1 taon yang lalu, bulan Maret 2005 aku tau dia. Itu pun cuma sekedar tau... gak sampai kenalan. Walaupun kita sempat sekelompok tapi ndak saling ngobrol... aneh ya?

Then sebulan kemudian aku ikut LKMM-TD di mana Lista jadi ketua panitia acaranya. Baru dari sana kita mulai saling bicara. Honestly, aku berpikiran agak negatif tentang dia. Di satu sisi aku kagum sama ketegasannya, di sisi lain aku pikir dia sombong dan apatis sama orang lain. And believe it or not, ternyata dia juga punya pandangan yang kurang lebih sama tentang aku di awal perkenalan kita.

Sialnya, aku dan dia dipertemukan nasib di dalam BPMF 1. Sialnya lagi, dia kepilih jadi ketua BPMF. Jujur aku lumayan takut karena aku berprasangka bahwa dia adalah orang yang berpikiran konservatif seperti BPMF sebelumnya. Sementara aku ingin mengubah paham konservatif tradisional itu supaya BPMF bisa lebih relevan dengan situasi dan kondisi.

Tapi siapa sangka, ternyata kita bisa jadi partner yang oke. Padahal banyak orang di luar sana yang khawatir kalo kita bakal bertengkar. In fact, hampir semua pemikiran kami sejalan. Banyak kesamaan di antara kita, contohnya sama2 Scorpio, sama2 suka warna ungu, sama2 stubborn, sama2 dominan (tapi lebih dominan dia deh =p) and so on. Untungnya selera cowok kita ndak sama, bisa rebutan dong ntar hahaha.... (selera cowokmu lumayan aneh si Mbok...)

Temanku yang satu ini cukup multi-talented. She sings well... plays some music instrument too... good taste of art, and she was born to be a leader. Walaupun sosoknya terlihat keras, Lista punya kelembutan hati yang mungkin melebihi perempuan-perempuan yang tampak lembut di luar. Dari dia aku semakin belajar bahwa kita nggak bisa begitu cepat menilai seseorang hanya dari satu-dua kejadian. She can cook also, do household tasks... very very independent, smart, open minded, and dare to speak out her mind.

Persahabatan kita tambah erat menjelang akhir semester lalu karena satu insiden yang sebenarnya nggak enak banget.... kayaknya mending nggak usah dibicarain lah. Tapi salut banget buat ketegaran dan kegigihannya untuk membuktikan kebenaran.

Back to main topic, besok temanku ini bakal ultah... jujur sampe hari ini aku masih belum nyiapin kado buat dia. Dan tambah ngeri waktu dia cerita kado2 yang dia terima hari ini... gila2an soalnya. Emang dia bilang, aku SMS aja dia udah seneng kok... tapi aku ndak mau cuma SMS ah....

God, thanks for giving this girl a beautiful life for 21 years....

and thanks for a more beautiful life You granted for her next years...

You know all the best for Lista, since Your plan is the most perfect of all

I hope that she will be always on Your path... of truth, rightness and wisdom...

I pray for her study, her service, her dreams, her family, and her spouse...

Hope that she will find a man after Your own heart to be her mate...

And hope that our friendship will be forever...

Just like David and Jonathan... Mary and Elizabeth...

Amen....

Close your eyes, make a wish...

Happy birthday, Lista....

November 04, 2006

Setelah begadang2....

Akhirnya laporan akhirku udah aku kirim ke dosen pembimbingku. Kalo di-approve bisa langsung diprint dan dikirim. Thanks God di tengah kesibukan kerja aku masih bisa nyelesaiin laporanku....

Semoga dapet nilai A, kalo gak bisa gila... 100 halaman lebih mbok... belum termasuk lampirannya... aku aja sekarang bingung apa aja yang harus dilampirin, banyaaaak banget kayake....

November 01, 2006

Kok Ndak Mau Bobok Seh??

Kenapa kok aku ndak mau bobok ya?

Padahal besok jam 6 subuh udah harus di kantor.... mau shooting....

ayo Ria bobok...

Kapan ya Masuk Prokon Aktivis Lagi??

Jawa Pos, Jumat (1 Juli 2005), kolom Prokon Aktivis

Learning for Living
Oleh Ria Angelia Wibisono *
Di era globalisasi ini, persaingan dalam dunia kerja semakin ketat. Untuk menghadapinya, para orang tua masa kini mempersiapkan putra-putrinya melalui pendidikan yang bermutu.
Bahkan, persiapan itu dimulai sejak usia dini. Tidak menunggu hingga mereka cukup umur untuk masuk taman kanak-kanak (TK), tetapi sudah didaftarkan di lembaga pendidikan prasekolah (kelompok bermain/play group). Karena itu, wajar bila lembaga pendidikan prasekolah berdiri di mana-mana, bak cendawan di musim penghujan.
Idealnya, keberadaan lembaga pendidikan prasekolah tersebut sangat membantu orang tua dalam mendidik anaknya. Usia prasekolah adalah usia yang cukup penting untuk membentuk kepribadian seorang anak. Semakin bertambah usia akan semakin sulit mengubah kepribadian mereka.
Karena itu, pada usia prasekolah, sisi emosional seorang anak harus diasah. Mereka harus mulai belajar sopan santun, etika, moral, dan sebagainya. Tentu bukan dalam arti teoretis, melainkan praktis.
Contohnya memberi salam kepada orang tua, berbagi dengan saudara, menolong orang lain, dan banyak lagi. Selain itu, dalam usia anak yang masih kecil, mereka perlu belajar melakukan hal-hal sederhana.
Contohnya membersihkan diri, buang air (toilet training), makan, berpakaian, dan sebagainya. Istilahnya, learning for living, belajar untuk hidup. Lembaga pendidikan prasekolah dapat mengajar mereka melakukannya, dengan beberapa bonus tambahan.
Misalnya, anak-anak jadi bisa bersosialisasi dengan orang di luar keluarganya (guru, teman-teman). Lalu mereka juga dapat lebih siap menghadapi bangku sekolah, karena sudah terbiasa dengan jadwal harian, guru, dan sebagainya.
Tetapi, keberadaan lembaga pendidikan prasekolah juga memiliki kelemahan. Pertama, lembaga-lembaga tersebut sering kebablasan dalam menjalankan perannya. Saya menjumpai banyak lembaga yang belum-belum sudah mengajarkan hal-hal yang belum waktunya didapat anak usia prasekolah.
Misalnya berhitung, mengeja, dan menulis. Mereka jadi lupa dengan semangat learning for living tadi. Persiapan untuk sekolah justru lebih diutamakan. Lembaga-lembaga tersebut bangga bila anak hasil didikannya tampil menonjol ketika masuk TK, berkat keterampilan yang sudah didapatkan di lembaga tersebut.
Padahal, tidak selamanya keterampilan yang diperoleh lebih dini itu baik bagi si anak. Sering karena sudah bisa melakukan hal-hal yang belum dapat dilakukan teman sekelasnya, anak malah bertingkah dan mengganggu temannya. Atau, mungkin dia jadi kurang respek terhadap guru karena merasa sudah mampu berhitung atau menulis.
Selain itu, karena sisi intelektual lebih ditekankan, sisi emosional justru terlupakan. Bisa jadi, meski piawai menulis, anak justru alpa mengucapkan terima kasih.
Parahnya lagi, tradisi mementingkan intelektualitas agaknya sudah mendarah daging dalam sistem pendidikan Indonesia. Berapa banyak guru yang menghargai ucapan terima kasih dari murid yang nilainya kurang?
Mereka akan lebih terkesan dengan murid yang selalu mendapat nilai tinggi, sekalipun di kelas murid tersebut mungkin enggan bergaul dengan teman-temannya.
Penghargaan pun diberikan kepada murid yang nilai akademisnya paling tinggi, bukan kepada murid yang paling santun dan suka membantu teman. Padahal, sudah jelas bahwa kecerdasan intelektual hanya memberi andil 20 persen bagi kesuksesan seseorang. Sisanya ditentukan oleh kecerdasan emosional.
Kedua, keberadaan lembaga pendidikan prasekolah sering membuat orang tua lupa akan perannya untuk mendidik anak. Karena sudah membayar sejumlah uang yang besar, mereka merasa sudah cukup. Padahal, pendidikan anak yang paling mendasar dimulai dari dalam keluarga, karena keluarga adalah institusi pertama yang dikenal anak sejak dia lahir.
Lagi pula, ada hal-hal tertentu yang hanya dapat dipelajari anak dari keluarga dan bukan dari lembaga pendidikan. Misalnya, pendidikan seksual. Pendidikan ini sering dilupakan masyarakat karena dianggap tabu.
Padahal, anak kecil pun harus mendapat pengetahuan seksual, dengan catatan harus sesuai usianya. Mereka harus tahu perbedaan laki-laki dan perempuan serta mengenal organ genital.
Dampak terabaikannya pendidikan ini sudah dapat kita lihat di media massa, betapa banyak kasus perkosaan terhadap anak yang tidak tahu apa-apa.
Sebuah penelitian membuktikan, anak yang mendapat pendidikan seksual sejak dini memiliki kemungkinan lebih kecil untuk terlibat dalam seks pranikah di usia remaja (Jakarta Post, 2003). Bila menunggu hingga anak mendapat pendidikan seksual dari sekolah, bisa jadi sudah terlambat, karena pendidikan tersebut umumnya diberikan menjelang pubertas.
Jadi, keberadaan lembaga prasekolah sangat bermanfaat, asal tetap pada porsinya. Kembalikan hakikat pendidikan prasekolah pada learning for living, dan bukan living for learning. Utamakan sisi kecerdasan emosi daripada intelektualitas semata.





* Ria Angelia Wibisono, mahasiswa Fakultas Ilmu Komunikasi UK Petra Surabaya aktivis HIMAKOMTRA.

October 29, 2006

Lovehappens.com

Just few days ago I received an email from one of my bestfriend. He invited me to connect him as a friend in lovehappens.com. It wasn't my first time receiving such mail, but it was the first time I receive it from this man. Usually he just sent me some how-are-you mails, and currently some good stories/pictures. But an invitation joining a site? Never.

But I was interested at the name of the site. I thought that the site would be like friendster. But when I opened it, the welcome page wrote : Help your friend find love! What kind of site will it be? Getting curious, I decided to sign up.

Now I know that lovehappens is a site where you can try to find your match (love) and become a matchmaker at the same time. Actually, I feel a little bit ashamed reading my 'looking' profile at lovehappens. I'm single but I'm not that desperate, joining such kind of site. That's why I even don't want to add a photo. (Then I thought why my bestfriend invited me joining this site : does he think that I'm a desperate single? No friend, I'm single by choice. I'm single not because no one loves me, it's because I'm quite picky... don't wanna waste my time with a failed relationship. I'm single but I'm happy, and I will end my single time when I find a perfect match, don't worry!)

But what fun about this site is you can have some test to know about your character, and the character of your ideal partner. In addition, you will know how rare you are (I mean, in its statistic, how many people in your same sex who have similar character as you), how many people in your opposite sex who like your character, how rare your ideal partner are, how many people in your same sex who have the same type of ideal partner, and so on. And when you see others profile, you can know (in percentage) how you and him/her match.

However, I don't think I'm gonna get a real partner from this site. Yeah, I believe that love comes better in real world, not on the net. So, I just enjoy this site, and maybe I'll be more active in matchmaking my friends. Wanna be my first matchmaking client? =p

October 23, 2006

The Most Precious Present in Life is The Life Itself....

Beberapa hari terakhir, aku mikir tentang satu topik yang mungkin bikin bulu kuduk bergidik. Sesuatu yang nggak terlalu sering dibahas orang, padahal semua orang pasti akan mengalaminya. Siapa sih manusia yang pada akhirnya nggak berpulang ke Sang Pencipta? Beberapa hari lalu mamaku cerita tentang seorang anak kenalannya yang meninggal karena kecelakaan. Sementara sebelumnya papanya temen papaku juga meninggal. Dan hari ini, aku terima kabar bahwa papa seorang temanku meninggal. Aku jadi sadar, orang nggak bisa lari dari takdir ini. Kematian bisa datang kapan saja. Banyak orang Kristen yang menafsirkan perkataan Yesus tentang kedatangan Anak Manusia yang seperti maling di malam hari sebagai nubuatan tentang hari kiamat. Tapi bagiku, perkataan itu maknanya sama dekatnya dengan kematian. Bukankah kematian seringkali datangnya juga seperti maling di malam hari, tanpa gelagat dan tanpa pertanda? Bahkan ketika orang meninggal karena sakit parah pun, keluarganya kadang juga merasa kaget saat orang itu akhirnya meninggal. Belum lagi, orang yang meninggal karena bencana seperti korban gempa, tsunami, dan terorisme. Mereka sempat merasakan ketakutan yang dashyat saat maut menjemput. Aku baca berita tentang kesaksian keluarga korban 911, betapa mereka harus menanggung trauma setelah mendengar suara terakhir rekan,kekasih, atau keluarganya di telepon. Suara minta tolong, suara ketakutan, suara sedih.... Mereka pasti masih punya banyak mimpi dalam hidupnya. Mungkin ada yang lagi nunggu dilamar sama pacarnya. Mungkin ada yang nunggu kelahiran anaknya. Mungkin ada yang beberapa hari lagi bakal diwisuda. Mungkin ada yang berencana beli hadiah buat orang tuanya. Semuanya itu nggak kesampaian karena hidupnya berakhir dalam tragedi. Jadi inget cerita dosenku, tentang pengalamannya nyaris dijemput maut. Saat itu pesawat yang ditumpanginya hampir mengalami kecelakaan. Saat itu ia hanya berpikir, ia belum sempat memainkan play station yang didekapnya selama perjalanan. Ya, kadang di saat kematian terasa begitu dekat, keinginan yang begitu sederhana pun bisa membuat manusia tak rela hidupnya berakhir. Ada juga orang yang harus menghadapi maut pada saat yang ia ketahui. Misalnya orang yang dihukum mati. Aku selalu ngeri membayangkan terpidana mati yang menunggu eksekusi. Kekejaman apa pun yang pernah dia lakukan, aku tetap nggak setuju dia dihukum mati. Bagiku itu sangat mengerikan. Mungkin aja kalo dia dibiarin hidup, dia bisa tobat dan berguna bagi sesama. Kalaupun kehidupannya begitu membahayakan, paling tidak dia bisa diisolasi di penjara, itu sudah cukup menyiksa. Tapi at least, dia masih bisa hidup. Dan mungkin masih ada jalan baginya untuk memberi arti dalam kehidupannya. Hmmm... tapi sebagai orang yang percaya pada ajaran Kristus, aku juga yakin ada kehidupan baru setelah kematian. Kematian seseorang tak akan pernah sia-sia. Yang aku rindukan hanyalah memberi arti dalam kehidupan yang singkat ini. Baik bagi sesama maupun orang lain. Ya... walaupun sempat gak enak hati waktu kepikiran tentang kematian, aku sadar bahwa Tuhan lagi ngajari aku untuk tidak menyia-nyiakan hidup. Paling nggak aku pengen ketika aku mati, ada sesuatu dari diriku yang berarti buat dunia. Yang membuat dunia nggak begitu saja melupakan seorang manusia bernama Ria. Misalnya, ya dengan membagikan pikiranku lewat blog ini... aku harap blogku bisa ngasih inspirasi buat semua yang membacanya... Dan sejak aku kepikiran tentang hidup dan mati, aku jadi bisa mengucap syukur setiap pagi ketika aku mendapati diriku masih hidup setelah tidur... Sesuatu yang simpel, yang merupakan rutinitas, tapi sebenarnya sangat berharga... Karena hidup itu begitu berarti.... please jangan pernah menyia-nyiakannya...

October 20, 2006

Django Mango, a New Friend of Me

His real name is Victor Vidal Paz, but he likes to introduce himself as ‘Django Mango’, especially on his CD covers. Born from a Catalan mother and Spanish father, he has traveled to 80 countries. Not just travel, he often creates something from his adventure in a country. A documentary movie about

Alor

Island

is his newest creation. And that’s how I get to know him. He is one of our clients in AVB editing studio.

I admire him because of his great talent in music and art. He plays good music; most are inspired by particular cultures. He also can speak in 12 languages. Besides his native language: Catalan and Spanish; he can speak English, French, German,

Hindi

,

Indonesia

, and some others. Knowing that I am an Indonesian born Chinese, he even greeted me in Chinese.

As a client he is very nice. He never complained rudely. If he was late in an appointment with the editor, he wouldn’t ashamed to say sorry. If he saw that the studio crews were tired, he would offer some drinks –coffee or cola- for us all. He spoke to everybody, greeted everybody, interested to know everybody.

Just because I’ve done some dubbing for his movie (just a very few seconds sound), he thanked me by giving a musical CD. The title is Secrets of The Yellow Emperor, with bamboo flute, flamenco guitar, vocal, harp, and Indo-Afro-Cuban drums. The music was inspired by a story about a Chinese emperor, from his book that entitled same as the CD.

He also loves

Indonesia

. He said that

Indonesia

is the world most extraordinary ethnic kaleidoscope. For example in Alor, an island smaller than

Bali

, you can find 50 tribes, each has its own language. Some of the people have never seen TV and never meet westerner. But according to him, the Alor people are, like other Indonesian, very warm, open, nice and fun. He really enjoyed playing music, mask, and puppets with them.

Watching his movie, I must confess that as an Indonesian I miss many great things about my country. In

Indonesia

there are still many great things to be explored : we still have very clear sea water, very great colors in the sky, richness in art as part of our culture… yes… we should be proud of being Indonesian. Thanks so much to Mr.Vidal who opened my eyes by his movie.

And where is Mr.Vidal now? He’s on a trip to

India

. He’ll celebrate Christmas with his mother and brothers in

Spain

, and then he’ll be ready for his next adventure in

Africa

. He always travels. It’s his way to live his life. He feels alive in a new place, meeting new peoples with new culture. That’s why he chooses not to get married. He highly recommended Himalaya, Sahara, and

Antarctica

as places you must visit before you die. Yes, he prefers wild places rather than ‘normal’ ones. As in Alor, where he felt very free to express himself, act with his instinct just like a wild animal. Quoting a statement from CG Jung in Mr.Vidal’s movie : “The more civilized and complicated man becomes, the less able he is to obey his instincts. His complex living conditions are strong enough to silence the voice of nature.” No wonder he mentioned eagle as a mirror that he reflects. He’s really like eagle. Always dreams to be free, flying from one place to another, alone but not lonely.

From our very short meeting, I’ve learnt a lot from him. Learned not to limit myself with worry, learned that ‘no risk no fun’. Learned that somehow reaching our own dream is more important that obey other’s will on us. He really shows that spirit, by his lifestyle, by his work. I can catch a young and wild spirit in him, while physically I think he is about 50-60 years old.

As he stated in one of his songs (this is an English translation from the Spanish lyric) :

            Adventurer, adventurer, don’t be afraid of dying

            Because the most precious diamond is the excitement of living intensively

            Nothing more bitter than feeling guilty for not having fulfilled our dreams

            Slaved by our insecurity and conformity

Don’t tell me where to go

I think for myself

A love for simplicity is a love for freedom

My grandmother said to me :
“listen to advices even if it is to do the contrary”

Don’t let your fear impede living your dreams

Only for the brave, happens extraordinary things……

I do hope that I can meet this great guy again… really nice to know someone like him. And I hope his movie will be presented on TV, so you all can watch it also…

October 07, 2006

In The Mood of Using English-don't care bout the grammar

Hatchi!!!

Yeah... I caught a cold.... I even can't go to work today because that damn cold attack my head too, so I have great migrain that makes me can't wake up from my bed.

but still... I have to finish my internship report....

Second chapter is okay, but I have to add some theories on chapter one. And chapter 3 in progress, 8 pages just reporting my first three weeks in AVB... I made it very detail,I even reported things discussed in production meetings... no wonder it's very long... and gonna be longer and longer... I'm obsessed to get an A for my hard-working... I also read my first internship report, one year ago, and found that actually it was not good enough, not qualified enough as a work of Ria... it was made in hurry, and I don't wanna make such report again... (despite the fact that I got A for my first internship... think that it was just because the kindness of my lecturers...)

How about my work, then?

My current task is editing a presentation video, actually it is okay, but the client wants to cut some parts and make it shorter. I am still learning how to suit the beats of a background music with the videos appear. It is very hard for a person who is totally blind in music - and unfortunately I'm that person. I still remember what my junior high school teacher said about my partiture,"Good in drawing, but all notes are wrong-placed". Yeah, even my mom was confused because I'm the only strange person in my family who can't understand music and don't like singing (umm... actualy I love singing, but not singing solo in front of so many people just like my dad and sister do). But luckily I have Irma to help me understand the beat of a music, and the editors are very eager to teach me.   

Well.. thinks that it's better to go to sleep... I need a lot of rest to keep my energy level and to recharge my brain... to finish my report....

September 28, 2006

La La La La.... Senangnya Magang...

Setelah satu bulan kerja aku tambah menikmati magangku di AVB.

Pertama, karena udah tambah kenal sama orang2nya. Orang bilang tak kenal maka tak sayang kan? Sejak syuting di Kamandalu aku semakin paham karakter orang di sini, jadi udah gak kagok2 lagi.

Kedua, aku banyaaaakkk banget belajar di AVB. Gak cuma masalah pra produksi sesuai judul proposalku, tapi juga gimana menghadapi klien, gimana produksi yang efektif, manajemen media waktu editing, sampe lama2 aku bisa ngedit sendiri hehehe.... belajar jadi kameramen juga pake kamera PD, ngerti framing, angle, lighting, dll. Terus ngamatin kerjanya tim produksi, mulai producer, director, cameraman, DoP, assistant cameraman, lighting man, gaffer, runner, editor... selain masalah teknis aku juga belajar jadi lebih telaten, lebih tegar terutama kalau disuruh revisi schedule dan nge-print storyline. Orang di sini rata-rata baik dan mau bagi ilmu.

Ketiga, karena aku merasa dapat kepercayaan dari orang-orang di sini. Mulai dari buat schedule, meeting sama klien, ngurusin talent, sampai sekarang aku dipercaya menggarap desain produksi corporate video sebuah hotel di Nusa Dua, mulai dari jadi kameramen pas racky dan casting sampai buat shot list,story line, dan konsep. Karena itu aku berusaha banget untuk nggak menyia-nyiakan kepercayaan itu.

Keempat, karena dengan magang di sini aku banyak kenal sama orang-orang asyik. Mulai orang internal AVB sendiri, dosen IKJ (yang bisa diprospek untuk jadi tim sukses skripsi ;p), pimpinan hotel2 tenar, talent yang asyik dan udah banyak main iklan di Aussie (hidup Alex Csorogi!), terakhir kemaren ketemu Nathalie, model yang casting buat next project. Ternyata dia adalah bintang iklan Ponds versi lift dan istrinya Jamie Aditya! Jamie Aditya gitu loh! VJ MTV dan presenter Discovery Travel and Living favoritku! Jamie-nya nggak ikut sih, tapi aku harap bisa ketemu kalau Nat lolos casting atau ke kantor lagi untuk ngantar anaknya casting (lucu loh). Terus kenal Mr.Vidal, seniman asyik dari Spanyol yang lagi buat documentary Pulau Alor. Baik banget, dia janji mau ngasih aku CD musiknya cuma karena aku sempat dubbing untuk documentarynya (dubbing gak penting, cuma megap2 di depan mangkuk kuningan yang dipukul, hasilnya bunyi bergema yang agak mistis gitu, kok bisa ya, padahal aku gak ngeluarin suara).

Dari AVB juga aku kenal majalah Behind The Screen, sebenarnya ini dibawain Bang Donny sih. Majalah ini bagus banget, ngasih pengetahuan yang mantap tentang proses produksi karya audio visual. Setelah ngubek2 seisi Bali untuk nyari agen majalah, aku berhasil menemukan edisi terbarunya di bagian tertinggi rak majalah di Gramedia Discovery Mall.

Sayang, kesenanganku magang agak terganggu dengan dimajukannya jadwal pengumpulan Laporan Akhir dan sidang magang. 6 November sudah laporan, 27 sidang. Padahal aku pengen extend. Rencananya pengen jadi volunteer di IBEX, pameran broadcast dan multimedia pertengahan November ini. Sedih banget. Rencananya nanti tetap nekat ikut IBEX, jadi pulang pergi gitu. Soalnya bener2 once in a lifetime kan... huhuhuhu....

September 08, 2006

Pengalaman Shooting di Ubud...

Hehehe... saya baru pulang dari Ubud nih... abis shooting untuk project company profile sebuah resort. Capek banget, tapi juga seru abis. Memang ini bener2 shooting deh, alatnya oke (jib crane, dolly yang pake track... alat2 yang dulu cuma bisa saya lihat di slide mata kuliahnya Pak Andreas) dan krunya juga (cepet kerjanya, ndak kayak shooting di kampus, karna baru pada belajar jadi lama banget hehehe).

Gara2 shooting ini jadi sempat keliling Ubud. Liat pasar Ubud, Puri Agung Peliatan, sawah2, landscape di deket hotel Maya Ubud.... Pengen banget ke Ubud lagi,tapi buat jalan2. Soalnya banyak banget hal menarik di Ubud. Misalnya artworknya.

Yang gak kalah asik, tentu saja foto2. Maklum orang narsis. Dapet foto segudang deh di Ubud. Mulai foto ama jib crane sampai sama talent. Juga sama anjing Kintamani yang buat saya jatuh hati... Beberapa foto jadinya keren banget, soalnya yang fotoin kameramennya (thanks ya Mas Arief...)

Besok cerita ini akan berlanjut dengan foto2 yang ter-upload. Tunggu aja ya....

August 24, 2006

Days of Fun, Days of Stress....

Magang dah jalan 3 hari...

Kemaren asik banget... kita survey ke klien... lokasi syutingnya di resort di Ubud... tempat paling keren di Bali bagi pecinta seni dan budaya.

Resortnya keren, apalagi pool villa-nya. Bener2 cocok buat honeymoon.

Terus ada hiking tracknya juga, ada sungainya...

Hawanya seger banget, gak kayak Kuta yang kebanyakan polusi...

Kontras dengan kemaren, hari ini full of stress.

Stress gara2 harus mutusin, jadi kolokium semester ini atau batal?

Setelah mikir lama, akhirnya batal... itu pun batalinnya mesti usaha keras... sitenya Petra sulit diakses... setelah berdoa2 akhirnya bisa dibuka dengan lancar... thanks to komputer front office AVB...

Gara2 bingung kolokium hari ini kerjaan saya gak produktif banget... bikin shooting schedule aja seharian, itu pun belum fixed... sebel banget....

Tomorrow MUST BE BETTER!! SEMANGAT!! SEMANGAT!!

August 22, 2006

First Day...

Gilee... ini hari pertama saya magang 2!

Emang sih... sebelumnya udah pernah magang 1, tapi tetap aja magang 2 ini beda.

yang pertama, kalo dulu magang di TV, sekarang magang di PH (dan saya dengan gobloknya gak ngerti kalo PH tuh isinya cuma kumpulan produser doang, sutradara aja freelance, apalagi kameramen)

yang kedua, dulu di Batu, sekarang di Bali. dulu ngekost deket kantor, sekarang rumahku tercinta jauh dari kantor. alhasil, kudu bangun pagi... serasa kuliah pagi.

yang ketiga, kali ini saya magang tanpa teman hix... dulu magang di Batu rame2, sekarang sendirian. Irma baru nyusul tar September, itu pun beda divisi. jadi menantang, harus bener2 adaptasi sendiri.

yang keempat, tapi ini nggak baru sih.... kerja broadcast tuh jam kerjanya gila2an. jam kantor sih dari jam 9.00 sampe 17.30, tapi tar waktu project, seharian loh... sampe nginep segala...

yah itulah cerita magang hari pertama... masih bego2an... masih jaim2an... masih mlongo2....

smangat! smangat! besok mau survey ke Ubud nih... jangan iri ya... magang di Bali emang banyak enaknya, bisa menjelajah splendid places... oh how I love my hometown....

August 20, 2006

LPJ oh LPJ....

Akhirnya... LPJ Pubdek selesai juga...

lega... ngantux...

maw bobok...

zzzz.....

selamat berjuang ya BPH, nggodok LPJ ;p

July 03, 2006

*Blog ini sebenernya ditulis tanggal 29 June*

Hari ini aku pengen banget dengerin kaset Mocca-ku. Hadiah ultah ke-19 dari Tompel. Tepatnya sih, hadiah maksa karena dia lupa ultahku. Trus aku naik mobilnya dan dia nyetel kaset ini, karena aku suka ya dikasih.

Ada satu lagu yang emang aku suka banget (waktu ngasih Tompel juga nyuruh aku dengerin lirik lagu ini baik-baik). Dan dipikir-pikir liriknya sesuai sama keadaanku sekarang. Tapi kalo liriknya tentang putus cinta ama pacar, kasusku enggak loh! Dan kalo lagu ini cerita tentang pacar yang baik tapi bikin il-feel, kasusku adalah orang yang nyebelin makanya bikin il-feel. Makanya kata-kata ‘nice’, ‘never ever tell me lies’ aku buat beda, karena emang yang terjadi sebaliknya...

Gimanapun juga, lagu ini masih tetap enak didengerin kok...

Love it so....

It’s Over Now....

I know that you’re very ‘nice’

‘Never ever’ tell me lies

You’re always there to ‘comfort’ me

And ‘cheer me up’ when I am down

However that is it

You’ve got your world and I’ve got mine

And after all that we’ve been through I must say

Sorry honey, my heart is not for you....

Sorry baby, this love is not for you...

Sorry baby, my heart is not for you...

Sorry baby this love is not for you...

It’s over now....

Dudududududu dududududu dududududu dududududu......

En ngomongin soal Tompel, I wanna thank him because accidentally he takes a good picture of a cool guy when he borrowed my digicam, long long time ago. I’ve just accidentally found the picture when I opened my old files....

June 28, 2006

Just want to say sorry....

25 June 2006
Akhirnya aku berani melakukan sesuatu yang memang sudah lama pengen aku lakukan. Sebenernya sudah hampir lupa lho kalo pengen melakukan itu, sudah gak kepikiran lagi. Tapi ternyata memang harus aku lakukan.
Buat apa aku ada di suatu tempat kalo di sana aku sudah nggak bisa berbuat apa2? Buat apa aku bertahan kalo sudah nggak dipercaya? Kalo emang udah nggak bisa apa2, nggak bisa menyelamatkan siapa2, setidaknya orang yang paling ingin aku selamatkan adalah diriku sendiri.
Sorry banget kalo keputusanku ini bikin banyak orang kaget, kecewa, bertanya2. Mungkin ada yang menuduh aku lari dari tanggung jawab, terserah. Aku memang gak akan bisa bikin semua orang puas. Lagipula, tanpa aku buat keputusan ini pun, masih akan ada mereka yang berpikiran negatif tentang aku. Sama aja kan?
AKu cuma berharap, keputusanku ini bisa menjadi bahan pembelajaran. Baik bagi mereka, maupun aku. Mungkin mereka nggak belajar, ya terserah lah. Yang jelas aku sendiri belajar banyak dan aku nggak akan menyesali keputusanku.
Keras... ya aku memang keras hati. Tapi kekerasan hatiku pasti ada penyebabnya.....
Yang pasti aku sekarang sedang berusaha untuk kembali jadi aku yang dulu, sebelum aku ada di tempat itu... mulai lembaran baru dalam hidupku.... di lingkungan yang baru....
Satu hal yang terus aku ingat sekarang....

Orang yang kamu sangka baik, belum tentu benar-benar baik... dan orang yang kamu kira jahat, belum tentu benar-benar jahat....

June 15, 2006

DOH!!!

Saat UAS adalah saat yang paling nyebelin dalam hidupku. Puncaknya semester ini, gue udah bener2 boseeeennnnn kuliah. Pengen cepet lulus, cepet kerja, cepet dapet duit.... ya gini ini jeleknya kalo udah mulai bisa cari duit sendiri, jadi pengen dapet duit lagi dan lagi ;p

Tapi asli nih saya sudah capekkkk banget kuliah. Udah bosen liat gedungnya Petra tiap hari. Pengen cepet magang, cepet kolokium, cepet skripsi. En tentu saja diwisuda dengan predikat cum laude aktif berprestasi. Tapi... mengingat IPku mulai jeblok semester2 ini, jadi agak takut ndak bisa cum laude.... wah bisa meraung2 deh gue pas wisuda kalo gak cum laude. Soalnya cum laude itu mempermudah langkah selanjutnya, mempermudah dapet beasiswa S2, dapet job idaman, dan bisa jadi kebanggaan buat anak cucu.... oh Tuhan jangan biarkan hambaMu yang manis ini ndak cum laude.... Saya berjanji akan lebih rajin lagi, ndak males2 lagi......

Ngomong2 soal rajin, nih masih ada UAS Take Home SHI di depan mata.... kerjain ah... UTSnya dah 100, UAS harus bagus dong biar A... apalagi nilai A sekarang begitu berharga, begitu langka di KHS Ria... hix....

June 07, 2006

My newest favourite song

Saya lagi suka banget sama lagu ini.... terutama chorusnya.... is true love just once in a lifetime? Sayangnya.... karena lagi gak ada gebetan, dengerin lagu ini jadi gak seru, gak bisa sambil ngayal2 huahahahaa....

Someday We'll Know - Mandy Moore feat. Jonathan Foreman

Ninety Miles outside Chicago

Can't stop driving I don't know why

So many questions Need an answer

Two years later You're still on my mind

Whatever happen to Amelia Earhart?

Who holds the stars up in the sky?

Is true love just once in a lifetime?

Did the captain of the Titanic cry?

(Chorus) Someday we'll know If love can move a mountain... Someday we'll know Why the sky is blue... Someday we'll know Why I wasn't meant for you...

Does anybody know the way to Atlantis?

Or what the wind says when she cries?

I'm speeding by the place that I met you For 97th time...tonight

(Chorus) Someday we'll know If love can move a mountain... Someday we'll know Why the sky is blue... Someday we'll know Why I wasn't meant for you... (yeah yeah yeah yeah)

Someday we'll know Why Samson loved Delilah... One day I'll go Dancing on the moon... Someday you'll know That I was the one for you...

I bought a ticket to the end of the rainbow,

And watched the stars crash in the sea,

If I could ask God just one question... Why aren't you here with me?...tonight

(Chorus) Someday we'll know If love can move a mountain... Someday we'll know Why the sky is blue... Someday we'll know Why I wasn't meant for you... (yeah yeah yeah yeah)

Someday we'll know Why Samson loved Delilah... One day I'll go Dancing on the moon... Someday you'll know That I was the one for you...

Btw, lagu ini direkomendasikan Lista buat jadi soundtrack sebuah film yang entah kapan akan premiere, yang jelas ide ceritanya dari dia sendiri. Keren banget, menyentuh, pengen banget bisa nuangin ide itu jadi script. And I wonder if that story happens to me... so tragic I think... pengen tahu ceritanya? Hehehe... rahasia! Tar idenya bisa dibajak dong! ;p

May 06, 2006

Lagi di Changi neh....

Lagi di Changi nunggu pesawat balik ke Surabaya.... nganggur2, buka2 peta, ehhh... ada akses internet gratiz.... tapi cuma 15 menit nih.... paslah buat nge-post di blog.....

Changi is very cool.... udah dulu ya, mau muter2 lagi....

April 20, 2006

Fruit of The Spirit.... nice to read ^^

Saya suka ngumpulin kata-kata indah yang bermakna, dan ini adalah salah satu dari koleksi saya, accidentally found in my previous PC in Lab.Media.... hope you like it... be inspired....

Ada kekuatan di dalam cinta
Orang yang sanggup memberikan cinta adalah orang yang kuat
Karena ia bisa mengalahkan keinginannya untuk mementingkan diri sendiri

Ada kekuatan di dalam tawa kegembiraan
Orang yang tertawa gembira adalah orang yang kuat
Karena ia tidak pernah terlarut dengan tantangan dan cobaan

Ada kekuatan di dalam kedamaian diri
Orang yang dirinya penuh damai bahagia adalah orang yang kuat
Karena ia tidak pernah tergoyahkan dan tidak mudah diombang-ambingkan

Ada kekuatan di dalam kesabaran
Orang yang sabar adalah orang yang kuat
Karena ia sanggup menanggung segala sesuatu dan ia tidak pernah merasa disakiti

Ada kekuatan di dalam kemurahan
Orang yang murah hati adalah orang yang kuat
Karena ia tidak pernah menahan mulut dan tangannya untuk melakukan yang baik bagi sesamanya

Ada kekuatan di dalam kebaikan
Orang yang baik adalah orang yang kuat
Karena ia selalu mampu untuk melakukan yang baik bagi semua orang

Ada kekuatan di dalam kesetiaan
Orang yang setia adalah orang yang kuat
Karena ia bisa mengalahkan nafsu dan keinginan pribadi dengan kesetiaannya kepada Allah dan sesama

Ada kekuatan di dalam kelemahlembutan
Orang yang lemah lembut adalah orang yang kuat
Karena ia bisa menahan diri untuk tidak membalas dendam

Ada kekuatan di dalam penguasaan diri
Orang yang bisa menguasai diri adalah orang yang kuat
Karena ia bisa mengendalikan segala nafsu ke